Fomo saham adalah : Pengertian, Karakteristik, Efek, Contoh, Tips

FOMO saham adalah singkatan dari “Fear of Missing Out“, istilah ini muncul dalam dunia trading dan biasanya dialami oleh trader pemula. FOMO itu menggambarkan perasaan tidak nyaman atau cemas yang terjadi pada seseorang dikarenakan orang lain telah berhasil atau “cuan” atau dia membagikan pengalaman positifnya, sedangkan seseorang tersebut belum melakukan apa-apa atau melewatkannya.

Efek dari FOMO itu akan tambah besar ketika seseorang menggunakan media sosial seperti : facebook, twitter, telegram, instagram dan sebagainya sehingga dia bisa mengetahui hasil kegiatan orang lain setiap saat. Lantas apakah FOMO dalam dunia trading?

Dalam dunia trading, kita ketahui pergerakan nilai saham ada yang bergerak sangat cepat. FOMO ini biasanya dialami oleh investor atau shareholder yang merasa ketakutan saat kehilangan momentum yang dirasa menguntungkan pada saat market sedang berjalan. Ketakutan ini akan menjadi lebih besar saat mengetahui pasar pergerakannya tidak rasional, dalam waktu singkat terjadi kenaikan yang signifikan.

Fomo Saham Adalah

Dalam trading saham, FOMO adalah situasi di mana seorang investor (pembeli saham) takut kehilangan peluang trading yang keuntungannya besar di pasar saham. Atau bisa dikatakan “penyakit dalam trading”, karena setiap orang yang trading pasti dia tidak mau rugi.

FOMO adalah masalah umum dalam trading saham dan dapat terjadi pada siapa saja, baik trader baru maupun trader profesional yang bekerja untuk perusahaan besar. Bahkahkan seorang manager investasipun bisa mengalaminya.

Ketika sedang trading dan pergerakannya sahamnya fluktuatif, maka FOMO ini dapat memberikan efek yang negatif bagi seorang trader karena dapat mengabaikan analisis saham baik teknikal maupun fundamental yang sebelumnya telah disiapkan dengan matang.

Fomo saham adalah
Fomo saham adalah

Karakteristik Fomo Saham

Memiliki Ekspektasi tinggi

Beberapa trader memiliki ekspektasi yang sangat tinggi, ingin cepat mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat sehingga mereka trading secara tidak rasional.

Keserakahan

Adanya FOMO dalam trading membuat seseorang menjadi serakah. Ingin mendapatkan semua saham yang dia beli dan menghasilkan keuntungan dan tidak fokus dalam menganalisis pasar saham.

Kurang Percaya Diri

Setelah beberapa kali kalah, mereka mencoba mengejar ketinggalan dengan cara membeli saham secara acak dengan tujuan mendapatkan keuntunngan sesegera mungkin.

Ketidaksabaran

FOMO mengakibatkan sesorang tidak sabar dalam bertrading, tidak mau menunggu lama alasannya karena keburu harga saham naik tinggi.

Ragu-Ragu

Ragu-ragu dalam mengambil keputusan saat trading, tidak yakin dimana harus stop loss dan sell yang ujung-ujungnya sahamnya nyangkut atau rugi.

Tidak Memiliki Strategi Trading

FOMO saham umumnya tidak memiliki strategi trading, membeli saham suka suka mereka. Tidak dilandasi analisis teknikal dan fundamental yang baik.

Tidak Memiliki Rencana Jangka Panjang

FOMO saham akan membuat seseorang hanya memiliki tujuan jangka pendek, tidak memiliki rencana jangka panjang.

Baca Juga : Agio Saham Adalah : Pengertian, Contoh, Cara Mengitung

Efek Fomo Saham Dalam Trading

Pikiran Menjadi Tidak Rasional

Ketika kita trading menggunakan fomo, maka dalam membeli saham pingin memperoleh keuntungan terus. Kita trading hanya menggunakan emosi, pikiran sudah tidak rasional lagi sehingga ketika menilai suatu saham semuanya menjadi bias. Indikator apa yang kita gunakan untuk entry saham menjadi tidak jelas.

Resiko Trading Tidak Diperhatikan

Fomo saham mengakibatkan resiko trading tidak diperhatikan, dalam pikirannya selalu takut ketinggalan membeli saham, keburu harganya naik. Membeli suatu saham tanpa dipertimbangkan dengan matang.

Contoh Fomo Saham Adalah

Contoh 1

Anda memiliki modal 20 juta untuk berinvestasi, kemudian melakukan analisis terhadap suatu saham tertentu. Anda begitu yakin saham yang dibeli harganya pasti akan naik dan mendapatkan profit. Alih-alih menginvestasikan 20 juta itu sekaligus, Anda malah memutuskan untuk menunggu karena Anda takut membuat kesalahan dan kehilangan modal.

Sementara itu, nilai saham yang Anda beli di terus naik dan naik. Teman Anda sudah menghasilkan profit karena sudah membeli saham yang sama persis dengan Anda di harga rendah. Semakin banyak profit yang teman Anda miliki malah membuat anda ragu-ragu, akhirnya Anda memutuskan untuk menginvestasikan 10 juta malah akhirnya samnya jatuh tak lama kemudian. Jadi Anda tidak hanya kehilangan potensi keuntungan, tetapi Anda juga kehilangan modal.

Contoh 2

Anda melihat bahwa saham Perusahaan ABCD sedang meningkat dan Anda memutuskan untuk membeli sebelum terlambat. Namun, Anda tidak memiliki semua informasi tentang perusahaan dan stabilitas keuangannya. Setelah saham dibeli, akhirnya Anda baru mengetahui bahwa perusahaan tersebut sebenarnya dalam masalah dan harga saham mereka selang beberapa hari harganya terus turun.

Tips Menghindari Fomo Saham

  1. Membuat Rencana Trading
    • Anda harus membuat rencana trading yang matang dan mengetahui apa yang ingin Anda capai dalam investasi. Membeli saham jangan hanya alasannya lagi naik, tetapi sesuaikan dengan rencana trading Anda.
  1. Melakukan Penelitian
    • Jangan hanya membeli saham karena orang lain membelinya, luangkan waktu untuk menganalisis dan memahami perusahaan dan keuangannya yang ingin Anda beli sebelum menginvestasikan uang Anda.
  1. Miliki Tujuan yang Realistis.
    • Penting untuk diingat bahwa tidak setiap investasi akan selalu menguntungkan, bisa jadi itu malah membawa kerugian. Anda harus memiliki tujuan yang realistis tentang saham saham tertentu hanya akan mendapatkan keuntungan sekian persen aja. Ketika Anda ingin mendapatkan lebih-dan lebih justru itu akan membuat bumerang akhirnya malah modalnya hilang semua.
  1. Sabar
    • Anda haru sabar dalam bertrading, jika Anda benar-benar tertarik dengan saham tertentu tertentu jangan biarkan Fomo saham mendorong Anda untuk segera membelinya.

Baca Juga : Saham Treasuri Adalah : Pengertian, Perbedaan, Contoh, Metode

Leave a Comment